Postingan

Tentang Senja

Wahai senja Aku selalu menanti akan hadirmu Walaupun hanya sekejap kemudian menghilang Namun, rona merah jinggamu Memberikan ketenangan bagi yang melihat   Senja mengajarkanku untuk menerima kehilangan dan mengajarkanku untuk bisa mengikhlaskan   Untukmu yang serupa senja Engkau memberikan pengertian Bahwa tidak semua rindu harus diungkapkan Melalui bisikan do'a kepada Sang Pemilik Hati Rindu  bisa tersampikan    

Mengikhlaskan Kehilangan

Senyuman tipis hanya untuk menutupi rasa kehilangan yang mendalam. Ada hati yang tak ikhlas melepaskan apa yang tak ingin dilepas. Ada hati yang tersayat saat harus menerima takdir yang tak mampu ditolak oleh semua manusia "Kematian". Inilah saat-saat terakhir aku mampu melihat raganya untuk terakhir kalinya. Semua orang yang datang memeluk erat tubuh yang tak lagi utuh. Berbela sungkawa atas wafatnya separuh hati yang telah lama menemani selama satu dasawarsa. Suamiku tercinta telah berpulang ke Rahmatullah. Tangisku pecah saat raga yang selama ini menjadi sandaran tertutup rapat oleh papan dan tertimbun tanah. Seperti mimpi buruk yang pernah ku alami selama hidup. Tapi ini bukanlah mimpi, melainkan takdir. Seperti apa yang dikatakan oleh suamiku bahwa kita harus siap menerima takdir Allah. "Ummi, kita tidak pernah tahu bahwa kita bisa memiliki kesempatan untuk beramal shalih sampai hari esok. Maka, kita harus mempersiapkan bekal kita untuk pulang ke kampung halama...

Dan Masih Menjadi Rahasia

Ku tulis kisah tentangmu, sosok yang saat ini masih menjadi rahasia Untukmu, aku tidak tahu seperti apa rupamu Sosokmu masih berupa tanda tanya Namun ku tahu, sosokmu adalah cerminan diriku Seperti janji Allah yang dijelaskan dalam Al Qur'an Surat An-Nur ayat 26, yang berbunyi: "Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula". Begitu luar biasa janji Allah kepada hambaNya. Jodoh cerminan diriku. Untukmu yang masih menjadi rahasia, mungkin saat ini kita sedang merasakan hal yang sama rindu menikah telah singgah menyapa hati kita. Di kalbu, ada ruang kosong yang harus disinggahi oleh orang yang tepat. Itukah kamu? Untukmu yang masih menjadi rahasia Padamu ku titipkan segenap asa, untuk merajut masa depan bersama menuju jannahNya. Allah begitu Maha Pencipta, telah menciptakan...

Surat Untuk Saudariku "Muslimah"

Gambar
Untukmu saudariku, tak perlu kau menampakan dirimu pada dunia bahwasanya dengan dalih menginspirasi muslimah lain. Karena tahapan hijrah bagi seorang muslimah selain mengenal manhajnya adalah berhenti untuk mengunggah foto diri. Kita begitu berharga untuk menampilkan diri kita, meskipun telah memakai niqab. Karena diluar sana banyak sekali mata yang tak halal untuk memandangi diri kita, meski yang terlihat hanya bagian bola mata kita. Untukmu saudariku, bukankah salah satu perhiasan kita adalah rasa malu? Saudariku, mari sama2 berbenah. Mari untuk menahan jemari kita mengunggah gambar diri kita. Yakinlah, kita tetap cantik meski tersembunyi. Yakinlah bahwa kita bisa menginspirasi tanpa harus unjuk diri. Masih banyak metode dan strategi dalam berdakwah. Karena bila kita dakwah dengan cara kita menampilkan gambar diri kita, yakinlah orang lain akan lebih fokus pada gambar diri kita bukan tulisan kita. Biarlah kita tidak dikenal oleh penduduk bumi. Akan tetapi, kita bisa di...

Surat Untuk Calon Ibu Mertua

    Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh Teruntuk calon ibu mertuaku Perkenalkanlah, aku adalah perempuan biasa dengan penampilan biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja. Diri ini bukanlah sosok seperti Ibunda Siti Khadijah ra, sosok perempuan luar biasa dalam sejarah islam dan teramat mulia. Aku bukanlah sosok perempuan seperti Aisyah ra, yang cerdas dan utama dalam ketaqwaannya. Aku bukan pula sosok seperti Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam ketabahannya. Tidak pula diriku seperti Zulaikha yang dikenal sebagai perempuan yang cantik. Apalagi seperti al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid-mujahid kecilnya. Namun, seperti yang ku katakan tadi. Aku hanyalah perempuan biasa, dengan ketabahan dan kecantikan yang tak seberapa, juga ketaqwaan yang masih biasa. Teruntuk calon ibu mertuaku, Aku hanyalah wanita akhir zaman yang ingin menjadi penyempurna separuh agama puteramu. Yang akan berusaha mengabdi pada puteramu, sebagai calon imamku. Aku ingin m...

Aku Ingin Jatuh Cinta

Gambar
Hari ini, aku menyaksikan Betapa rasa ini semakin menggebu dalam sanubari. Aku menyaksikan betapa seutas senyum itu mampu menggetarkan hati. Aku menyaksikan betapa tatapan itu begitu membekas dalam memori. Jangan... Jangan anggap aku telah jatuh cinta. Karena sungguh aku hanya takut ini sebatas rasa kagum semata Atau mungkin hanya sekadar nafsu belaka Aku paham bahwa jatuh cinta memang fitrah semua manusia Namun, aku tak ingin menodai nya dengan terlalu mendamba sosoknya. Aku tak ingin terlalu menghabiskan waktu dengan terlalu memikirkan kehadirannya. Ya Allah.... Bila ini memang hadirnya rasa ini hanya sebatas angin lalu Maka segera hempaskan rasa ini jauh - jauh Karena hati ini hanya mencari tempat dimana ia bisa untuk berlabuh. Namun, bila hadirnya rasa ini memang benar adanya Maka teguhkanlah hati ini Agar rasa ini tidak melebihi rasa cinta pada-Mu dan Rasul-Mu. Karena sungguh aku tidak ingin membuat Mu cemburu dengan terlalu mendamba pada cipt...

Di manakah Pahala

Review Buku Ust. Salim A. Fillah "Menggali ke Puncak Hati" Jangan kau tanya padaku di mana pahala, bagaimana bentuknya, seperti apa warnanya. Allah yang berkuasa atas itu, Ia yang Maha Tahu. Namun, kita menemukan isyarat indah, bahwa kita boleh memaknai banyak tempat sebagai semayam pahala-pahala, semayam kebaikan yang akan kita petik nanti di hadapan-Nya. Ini, untuk mempertegas lagi, alangkah luasnya ibadah. Pahala, balasan kebaikan itu begitu luas, ada di banyak tempat. Seperti di setiap kejadian:                "Sangat mengagumkan keadaan seorang mukmin! Sesungguhnya semua urusannya mengandung kebaikan, dan hal itu tidak terjadi, kecuali bagi seorang mukmin. Jika ia ditimpa musibah, ia bersabar; dan itu lebih baik baginya. Dan bila mendapat kelapangan, ia pun bersyukur; dan itu juga lebih baik baginya." (HR. Muslim dan Ahmad) Juga orang-orang disekitar kita, mereka adalah potensi pahala, ladang kebaikan. Di wajah-wajah mereka, ada gur...