Surat Untuk Calon Ibu Mertua

     
     
  • Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    Teruntuk calon ibu mertuaku
    Perkenalkanlah, aku adalah perempuan biasa dengan penampilan biasa dan dari kalangan keluarga yang biasa saja.
    Diri ini bukanlah sosok seperti Ibunda Siti Khadijah ra, sosok perempuan luar biasa dalam sejarah islam dan teramat mulia.
    Aku bukanlah sosok perempuan seperti Aisyah ra, yang cerdas dan utama dalam ketaqwaannya.
    Aku bukan pula sosok seperti Fatimah Az Zahra yang sangat utama dalam ketabahannya.
    Tidak pula diriku seperti Zulaikha yang dikenal sebagai perempuan yang cantik.
    Apalagi seperti al Khansa yang sangat pandai mendidik mujahid-mujahid kecilnya.

    Namun, seperti yang ku katakan tadi.
    Aku hanyalah perempuan biasa, dengan ketabahan dan kecantikan yang tak seberapa, juga ketaqwaan yang masih biasa.

    Teruntuk calon ibu mertuaku,
    Aku hanyalah wanita akhir zaman yang ingin menjadi penyempurna separuh agama puteramu. Yang akan berusaha mengabdi pada puteramu, sebagai calon imamku.
    Aku ingin menjadi sosok wanita shaliha yang menggenapi keimanannya.
    Teruntuk calon ibu mertuaku,
    Janganlah berpikir bahwa aku akan merebut puteramu. Putera yang telah kau lahirkan dan besarkan dengan darah dan air mata.
    Sungguh, aku hanya bermaksud menjadi sosok perempuan pelengkap baktinya kepadamu.
    Aku tahu, bahwa tidaklah mudah melepaskan putera tersayangmu, yang telah menemani hidupmu selama seperempat abad. Tetapi, izinkanlah diriku untuk menyempurnakan separuh agamanya atas nama cinta seorang istri.
    Aku tidak akan pernah bisa menggantikan posisimu dihatinya.

    Percayalah, meskipun ia mencintaiku, tetapi cintanya padamu tidak akan pernah pudar. Engkau tetaplah menjadi sosok yang berhak ia cintai setelah Allah dan Rasulullah.
    Teruntuk calon ibu mertuaku,
    Aku hanyalah perempuan yang baru dikenalnya.
    Tak pantas bagiku mengambil semua perhatian dan waktunya darimu. Apalagi mengambil cintanya darimu.
    Izinkanlah aku menjadi penyempurna baktinya, biarkanlah aku membantunya untuk merawatmu, menjagamu, dan memperhatikanmu. Karena aku ingin menjadi sosok istri shaliha yang taat pada suamiku.
    Teruntuk calon ibu mertuaku,
    Engkau tak perlu khawatir, engkau tetap nomor satu dihati puteramu.

  • Teruntuk calon ibu mertuaku,
    Engkau tak perlu khawatir, engkau tetap nomor satu dihati puteramu.
    Izinkanlah puteramu untuk menikah. Ia hanya ingin menyempurnakan separuh agamanya.
    Restuilah kami. Ridhomu adalah ridho Allah bagi puteramu.
    Dari calon menantumu 💐 Metro, 10 Juni 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

biodata anak smash

Abjad Aksara Lampung

introduction and descriptive text