Dan Masih Menjadi Rahasia
Ku tulis kisah tentangmu, sosok yang saat ini masih menjadi rahasia
Untukmu, aku tidak tahu seperti apa rupamu
Sosokmu masih berupa tanda tanya
Namun ku tahu, sosokmu adalah cerminan diriku
Seperti janji Allah yang dijelaskan dalam Al Qur'an Surat An-Nur ayat 26, yang berbunyi:
"Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula".
Begitu luar biasa janji Allah kepada hambaNya. Jodoh cerminan diriku.
Untukmu yang masih menjadi rahasia,
mungkin saat ini kita sedang merasakan hal yang sama
rindu menikah telah singgah menyapa hati kita.
Di kalbu, ada ruang kosong yang harus disinggahi oleh orang yang tepat. Itukah kamu?
Untukmu yang masih menjadi rahasia
Padamu ku titipkan segenap asa,
untuk merajut masa depan bersama menuju jannahNya.
Allah begitu Maha Pencipta, telah menciptakan bahu yang kokoh untuk ku bersandar
melepaskan segala penat dan keluh kesah.
Dia telah menjadikanmu sosok yang kuat sebagai nahkoda rumah tangga
ditanganmu lah, keluarga kecil kita akan kau bawa berlayar dan mengarungi bahtera rumah tangga
dan untukmu yang saat ini masih menjadi rahasia
Mungkin dirimu sosok laki-laki yang belum pernah aku temui
Namun sosokmu begitu ku rindukan
Rindu ini tak terlahir karena pertemuan, tidak pula sebab intensitas kebersamaan
Tetapi rindu ini hadir karena naluri yang tumbuh dari dalam kalbu.
Aku sangat merindukan sosokmu sebagai penggenap imanku,
dan aku ingin menyempurnakan separuh agama bersamamu.
Kelak, rumah tangga kita dibangun atas ridhoNya,
melalui pengabdian yang suci kepada dirimu, yang bernama suami.
Karena setelah ijab dan qabul terlaksana, diriku menjadi milikmu seutuhnya
Untukmu yang masih menjadi rahasia
Ku yakin saat ini engkau sedang sibuk menjadi hamba terbaikNya
Ku tahu, kau tak akan pernah lelah untuk berdo'a dan tak pernah letih meminta agar segera dipertemukan denganku
Mungkin saat ini banyak hal yang harus kau persiapkan sebelum menjemputku
Tentunya kau mempersiapkan mental dan materi bukan?
hmm...
tenang saja, aku tak meminta mahar yang besar karena yang penting bagiku adalah keshalihan dirimu
Untukmu yang merampas segenap perhatian
Aku di sini menantimu dengan sabar dan setia dalam penjagaan
Tak henti ku terus berdo'a dan berikhtiar agar kita segera dipertemukan
Dibalik penantianku yang cukup panjang, ku terus memperbaiki diri agar layak menjadi penyempurna separuh agamamu.
Semoga masa terindah akan segera datang, di mana kita akan saling menemukan
Bukan lagi mencari dan dicari
Lalu menua beribadah bersama dan bertemu lagi di jannahNya.
Selasa, 16 Rabiul Awwal 1439 H
Di tulis di BKB Al Qolam Raden Intan Metro Pusat
Ukhty Hazimah
Untukmu, aku tidak tahu seperti apa rupamu
Sosokmu masih berupa tanda tanya
Namun ku tahu, sosokmu adalah cerminan diriku
Seperti janji Allah yang dijelaskan dalam Al Qur'an Surat An-Nur ayat 26, yang berbunyi:
"Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk wanita yang baik pula".
Begitu luar biasa janji Allah kepada hambaNya. Jodoh cerminan diriku.
Untukmu yang masih menjadi rahasia,
mungkin saat ini kita sedang merasakan hal yang sama
rindu menikah telah singgah menyapa hati kita.
Di kalbu, ada ruang kosong yang harus disinggahi oleh orang yang tepat. Itukah kamu?
Untukmu yang masih menjadi rahasia
Padamu ku titipkan segenap asa,
untuk merajut masa depan bersama menuju jannahNya.
Allah begitu Maha Pencipta, telah menciptakan bahu yang kokoh untuk ku bersandar
melepaskan segala penat dan keluh kesah.
Dia telah menjadikanmu sosok yang kuat sebagai nahkoda rumah tangga
ditanganmu lah, keluarga kecil kita akan kau bawa berlayar dan mengarungi bahtera rumah tangga
dan untukmu yang saat ini masih menjadi rahasia
Mungkin dirimu sosok laki-laki yang belum pernah aku temui
Namun sosokmu begitu ku rindukan
Rindu ini tak terlahir karena pertemuan, tidak pula sebab intensitas kebersamaan
Tetapi rindu ini hadir karena naluri yang tumbuh dari dalam kalbu.
Aku sangat merindukan sosokmu sebagai penggenap imanku,
dan aku ingin menyempurnakan separuh agama bersamamu.
Kelak, rumah tangga kita dibangun atas ridhoNya,
melalui pengabdian yang suci kepada dirimu, yang bernama suami.
Karena setelah ijab dan qabul terlaksana, diriku menjadi milikmu seutuhnya
Untukmu yang masih menjadi rahasia
Ku yakin saat ini engkau sedang sibuk menjadi hamba terbaikNya
Ku tahu, kau tak akan pernah lelah untuk berdo'a dan tak pernah letih meminta agar segera dipertemukan denganku
Mungkin saat ini banyak hal yang harus kau persiapkan sebelum menjemputku
Tentunya kau mempersiapkan mental dan materi bukan?
hmm...
tenang saja, aku tak meminta mahar yang besar karena yang penting bagiku adalah keshalihan dirimu
Untukmu yang merampas segenap perhatian
Aku di sini menantimu dengan sabar dan setia dalam penjagaan
Tak henti ku terus berdo'a dan berikhtiar agar kita segera dipertemukan
Dibalik penantianku yang cukup panjang, ku terus memperbaiki diri agar layak menjadi penyempurna separuh agamamu.
Semoga masa terindah akan segera datang, di mana kita akan saling menemukan
Bukan lagi mencari dan dicari
Lalu menua beribadah bersama dan bertemu lagi di jannahNya.
Selasa, 16 Rabiul Awwal 1439 H
Di tulis di BKB Al Qolam Raden Intan Metro Pusat
Ukhty Hazimah
Komentar
Posting Komentar